KAI Logistik Perkuat Pengelolaan Sampah sebagai Komitmen Implementasi ESG

by -38 Views
banner 468x60

KAI Logistik terus memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui berbagai inisiatif keberlanjutan di lingkungan kerja dan operasional perusahaan. Memasuki triwulan III 2026, perhatian perusahaan terhadap pengelolaan sampah semakin difokuskan melalui pengelolaan sampah yang dihasilkan dengan berkolaborasi bersama mitra pengelola sampah.

Berdasarkan data Sistem Informasi
Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
(KLHK) tahun 2025, sektor perkantoran secara nasional menyumbang 4,78% dari
total timbulan sampah, atau setara dengan sekitar 1,77 juta ton per tahun. Meskipun
kontribusinya relatif kecil dibandingkan sektor lainnya, pengelolaan sampah
dari lingkungan perkantoran tetap menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi
dampak terhadap lingkungan.

banner 336x280

Manager Public Relations KAI Logistik,
Adjeng Putri Adhatu, menyampaikan bahwa perusahaan memandang pengelolaan sampah
sebagai salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan pada lingkup terdekat
yaitu lingkungan kerja.“Meski secara persentase kontribusi sampah dari sektor
perkantoran tidak terlalu besar, tetap diperlukan upaya pengelolaan yang
bertanggung jawab. Karena itu, KAI Logistik mulai
memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya melalui pemilahan serta bekerja
sama dengan mitra yang memiliki kompetensi dalam pengelolaan dan pemanfaatan
sampah,” ujar Adjeng.

Sepanjang Agustus 2026, area Kantor
Pusat KAI Logistik mencatatkan total timbulan sampah sebesar 753,5 kilogram.
Seluruh sampah tersebut dikelola melalui proses pemilahan dari dan tidak
terdapat sampah yang langsung dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA). Langkah
ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mendorong pengelolaan sampah
yang lebih bertanggung jawab sekaligus mendukung penerapan prinsip ekonomi
sirkular (circular economy).

Dari total timbulan tersebut, sampah
plastik tercatat sebesar 185,2 kilogram atau 24,6%, sampah organik 136,2
kilogram atau 18,1%, kertas 113,8 kilogram atau 15,1%, kaca 6,3 kilogram atau
0,8%, dan logam 4,5 kilogram atau 0,6%. Sementara itu,
sampah residu dan kategori lainnya mencapai 307,5 kilogram atau 40,8%.

Melalui kerja sama
dengan mitra pengelola, setiap jenis sampah diarahkan pada metode penanganan
sesuai karakteristiknya. Material yang masih memiliki nilai guna disalurkan ke
fasilitas daur ulang pihak ketiga, sementara sampah organik diolah melalui proses
pengomposan dan pemanfaatan maggot untuk mendukung kebutuhan pakan ternak. Adapun sampah residu diolah lebih lanjut menjadi bahan bakar alternatif
melalui teknologi Refuse-Derived Fuel (RDF).

“Penerapan
pengelolaan sampah di Kantor Pusat saat ini merupakan tahap awal sekaligus pilot
project
bagi KAI Logistik. Ke depan, kami melihat peluang untuk memperluas
inisiatif ini ke area operasional maupun wilayah bisnis lainnya, sehingga
pengelolaan sampah dapat diterapkan secara lebih menyeluruh di lingkungan KAI
Logistik,” tambah Adjeng.

Fokus pada pengelolaan sampah ini juga
sejalan dengan inisiatif keberlanjutan yang telah dilakukan KAI Logistik, salah
satunya melalui pemanfaatan kembali pakaian dinas yang sudah tidak digunakan.
Melalui proses daur ulang dan pengolahan kembali, pakaian dinas tersebut tidak
berhenti sebagai limbah, tetapi diubah menjadi produk yang memiliki nilai guna
baru. Inisiatif ini menjadi salah satu bentuk penerapan prinsip circular
economy
, sekaligus mendorong optimalisasi penggunaan sumber daya dan
mengurangi potensi timbulan sampah tekstil dari aktivitas perusahaan.

Melalui penerapan yang dilakukan secara
bertahap dan berkesinambungan, KAI Logistik terus mengintegrasikan aspek
lingkungan ke dalam aktivitas perusahaan guna mendukung penerapan green logistics yang
lebih menyeluruh. Pengelolaan sampah menjadi salah satu program quick
win
dalam peta jalan ESG KAI Logistik yang diarahkan untuk mendorong
penerapan praktik pengelolaan lingkungan secara lebih terstruktur. Upaya
tersebut diharapkan dapat memperkuat implementasi ESG perusahaan sekaligus
mendukung kontribusi KAI Logistik terhadap penerapan prinsip ekonomi sirkular
dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

banner 336x280

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

No More Posts Available.

No more pages to load.