AI Indonesia Mulai Terwujud di Bali Tech Week 2026

by -36 Views
banner 468x60

Dari inisiatif kecerdasan buatan (AI) Indonesia-Singapura hingga kemunculan pengembang gim lokal dan upaya menarik investasi startup, hari ketiga Bali Tech Week menyoroti tantangan mengubah ambisi teknologi menjadi nilai ekonomi nasional.

Oleh Sachin V Gopalan, Founder & CEO Indonesia Economic Forum

banner 336x280

BALI, 21 Oktober 2026 — Indonesia telah berkembang menjadi salah satu pasar digital terbesar di dunia. Namun, besarnya jumlah konsumen digital belum menjamin Indonesia menjadi produsen teknologi terkemuka. Tantangan berikutnya adalah membangun kapabilitas domestik, kekayaan intelektual, investasi, dan kemitraan internasional agar Indonesia dapat memperoleh nilai ekonomi lebih besar dari transformasi digital.

Tema tersebut menjadi sorotan pada hari ketiga Bali Tech Week 2026 melalui AI Impact Summit, Indonesia Game Developer Exchange (IGDX), dan pembahasan investasi startup. Berbagai inisiatif ini menunjukkan upaya Indonesia untuk beralih dari sekadar pengguna teknologi menjadi negara yang mampu mengembangkan dan mengomersialkannya.

Project NUSA: Pendekatan Baru terhadap Kedaulatan AI

Salah satu pengumuman utama AI Impact Summit adalah Project NUSA, singkatan dari Network for Unified, Secure AI, hasil kolaborasi antara Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial Indonesia (KORIKA) dan AI Singapore. Inisiatif ini diperkenalkan oleh Ketua KORIKA Hammam Riza bersama perwakilan AI Singapore, William Tjhi.

Kolaborasi tersebut menggabungkan ekosistem riset Singapura dengan pasar Indonesia yang besar, tenaga kerja teknologi yang berkembang, dan kebutuhan aplikasi AI untuk berbagai sektor.

Keberhasilan Project NUSA akan ditentukan oleh kemampuannya menghasilkan keahlian lokal, sistem yang berfungsi, dan aplikasi bernilai komersial, bukan sekadar pengumuman kerja sama.

Chairman KORIKA, Hammam Riza, menyampaikan pandangannya dalam acara AI Impact Summit (AIIS) 2026 yang digelar dalam rangkaian Bali Tech Week 2026 di Denpasar, Bali. (Foto: Komdigi)

AI sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang menyampaikan sambutan secara virtual, menyoroti potensi AI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

AI dapat meningkatkan efisiensi manufaktur, memperkuat analisis risiko keuangan, mengoptimalkan logistik, dan meningkatkan pelayanan publik. Namun, manfaat tersebut membutuhkan infrastruktur yang andal, data berkualitas, tenaga profesional terlatih, serta penyesuaian proses bisnis.

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga perlu memperoleh akses terhadap teknologi ini. Perangkat terjangkau, pelatihan praktis, dan aplikasi yang sesuai kebutuhan industri dapat membantu mereka berpartisipasi dalam transformasi digital.

KORIKA turut berperan menghubungkan riset, kebijakan pemerintah, dan kebutuhan industri. Perguruan tinggi serta lembaga riset membutuhkan akses terhadap komputasi, data, pendanaan, dan mitra bisnis agar penelitian dapat dikembangkan menjadi produk komersial.

Sementara itu, industri membutuhkan solusi yang relevan dengan kebutuhan Indonesia, mulai dari pertanian, mobilitas perkotaan, inklusi keuangan, hingga administrasi publik. Tujuannya adalah mendorong lahirnya perusahaan lokal yang mampu mengembangkan teknologi bernilai dan bersaing di pasar regional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartanto, menyampaikan pidatonya secara daring dalam acara Bali Tech Week 2026 di Denpasar, Bali. (Foto: Antara)

Industri Game: Peluang Ekspor Digital Indonesia

Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) 2026 mempertemukan pengembang gim, penerbit, dan pelaku industri internasional selama tiga hari. Ketua Asosiasi Game Indonesia, Shafiq Husein, menyampaikan bahwa sekitar 240 pengembang gim berpartisipasi dalam acara tersebut.

Indonesia memiliki pasar gim yang besar, tetapi nilai komersialnya masih banyak mengalir kepada pengembang dan pemilik platform luar negeri. Penguatan studio lokal dapat membuka peluang untuk menciptakan kekayaan intelektual orisinal, menghasilkan pendapatan ekspor, dan menyediakan lapangan kerja di bidang teknologi serta industri kreatif.

IGDX menjadi wadah penting untuk membangun hubungan bisnis, menjajaki kesepakatan penerbitan, dan memperluas peluang distribusi. Perkembangan ini menunjukkan bahwa ekonomi digital Indonesia dapat menghasilkan nilai lebih besar melalui produk dan kekayaan intelektual yang mampu dipasarkan secara internasional.

Ketua Asosiasi Game Indonesia, Shafiq Husein, menyampaikan pandangannya dalam acara Program IGDX di Bali Tech Week 2026 di Denpasar, Bali. (Foto: Komdigi)

Target Investasi Startup Rp1 Triliun

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Edwin Hidayat Abdullah, menyampaikan ambisi pemerintah untuk memfasilitasi investasi startup sekitar Rp1 triliun sepanjang 2026.

Hingga 21 Oktober, sekitar Rp400 miliar telah terealisasi, sementara tambahan Rp600 miliar masih diupayakan hingga akhir tahun.

Di tengah kondisi pendanaan yang semakin selektif, investor kini lebih memperhatikan pendapatan berkelanjutan, profitabilitas, permintaan pelanggan, dan model bisnis yang jelas.

Program seperti HUB.ID dapat membantu mempertemukan startup dengan investor, pelanggan korporasi, dan mitra strategis. Namun, target investasi perlu dibedakan dari komitmen maupun transaksi yang benar-benar telah diselesaikan.

Prioritas Indonesia bukan hanya menarik modal, melainkan memastikan investasi mendukung perusahaan yang mampu membangun nilai teknologi dan komersial secara berkelanjutan.

  Direktur Jenderal Ekosistem Digital di Kementerian Komunikasi dan Urusan Digital, Edwin Hidayat Abdullah, menyampaikan pandangannya dalam acara Program IGDX di Bali Tech Week 2026 di Denpasar, Bali. (Foto: Komdigi)  

Open Networks: Pelajaran ONDC India bagi Ekonomi Digital Indonesia

Bali Tech Week 2026 juga menyoroti jaringan perdagangan digital terbuka melalui sesi yang menghadirkan T. Koshy, pendiri sekaligus Managing Director dan CEO Open Network for Digital Commerce (ONDC) India serta Komisaris Indonesia Open Network (ION). Sesi yang dimoderatori Alvin Evander tersebut membahas pengalaman India membangun infrastruktur perdagangan digital yang interoperabel.

Berbeda dengan lokapasar konvensional, ONDC memungkinkan aplikasi, pedagang, dan penyedia layanan independen terhubung melalui protokol bersama. Dengan demikian, pelaku usaha dapat menjangkau ekosistem perdagangan yang lebih luas tanpa sepenuhnya bergantung pada satu platform.

Pendekatan ini relevan bagi UMKM Indonesia yang menghadapi tantangan dalam memperluas pasar, meningkatkan visibilitas digital, mengelola logistik, dan menanggung biaya perdagangan daring.

Indonesia Open Network (ION), yang mengadopsi arsitektur ONDC India dan kerangka interoperabilitas Beckn, mengembangkan pendekatan serupa sesuai kondisi pasar Indonesia. ION bertujuan menghubungkan aplikasi pembeli, platform penjual, penyedia logistik, layanan pembayaran, dan peserta ekosistem lainnya melalui infrastruktur bersama.

Jaringan terbuka berpotensi memperluas akses pasar, mendorong persaingan, dan membuka ruang inovasi bagi penyedia layanan. Pengalaman India menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi digital tidak harus bergantung pada platform eksklusif, tetapi dapat dibangun melalui infrastruktur bersama yang memungkinkan berbagai bisnis berkolaborasi.

  T. Koshy menyampaikan pandangannya dalam acara Bali Tech Week 2026 di Denpasar, Bali. (Foto: Komdigi)  

Kemitraan Internasional dan Nilai Ekonomi Nasional

Project NUSA menghubungkan pengembangan AI Indonesia dengan keahlian Singapura, sementara IGDX membuka peluang bagi pengembang lokal untuk berinteraksi dengan penerbit dan investor global. Kemitraan ini penting untuk memperluas akses terhadap pengetahuan, modal, dan pasar internasional.

Namun, manfaatnya bagi Indonesia akan lebih besar apabila kolaborasi tersebut memperkuat kemampuan domestik. Dalam bidang AI, prioritasnya mencakup pengembangan talenta, data relevan, aplikasi lokal, dan pengelolaan teknologi yang bertanggung jawab. Industri gim perlu memperkuat kepemilikan kekayaan intelektual, sedangkan startup membutuhkan investasi yang disertai akses pasar dan pengalaman komersial.

Besarnya pasar Indonesia merupakan keunggulan, tetapi tidak otomatis menjamin kepemimpinan teknologi. Tantangannya adalah menjadikan kemitraan internasional sebagai sarana meningkatkan daya saing nasional, bukan sekadar memperluas pasar bagi teknologi asing.

Dari Konsumsi Digital Menuju Penciptaan Teknologi

Hari ketiga Bali Tech Week 2026 memperlihatkan perkembangan di berbagai sektor. Peneliti AI membangun kapabilitas nasional melalui kolaborasi, pemerintah mendorong produktivitas, pengembang gim menciptakan produk untuk pasar global, dan startup mencari investasi untuk memperluas bisnis.

Perkembangan tersebut mencerminkan arah transformasi digital Indonesia, dari ekonomi yang terutama digerakkan oleh konsumsi menuju ekonomi yang mampu menciptakan lebih banyak teknologi, produk, dan nilai ekonomi sendiri.

Transisi ini membutuhkan investasi berkelanjutan dalam talenta, riset, komersialisasi, dan koordinasi antarlembaga. Keberhasilannya perlu diukur melalui teknologi yang berfungsi, perusahaan yang berkembang, lapangan kerja berketerampilan tinggi, serta produk yang mampu bersaing secara internasional.

Masa depan digital Indonesia tidak hanya ditentukan oleh seberapa luas teknologi diadopsi, tetapi juga oleh kemampuan negara untuk mengembangkan, memiliki, dan mengomersialkannya.

Tentang Bali Tech Week 2026

Bali Tech Week 2026 (BTW 2026) merupakan inisiatif Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi), yang dikelola bersama DS Group sebagai platform kolaborasi pemerintah, industri, startup, investor, dan komunitas teknologi.

Edisi perdana BTW 2026 berlangsung pada 19–23 Oktober 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Bali, dengan tema “Archipelago Ascending — Maju Bersama, Berinovasi Lebih Jauh.” Menggabungkan 13 acara utama, BTW 2026 mencakup startup, gim, AI, keamanan siber, aset digital, infrastruktur, kebijakan, dan investasi. Acara ini menargetkan lebih dari 4.000 peserta, termasuk 1.000 delegasi internasional dari lebih dari 30 negara.

banner 336x280

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

No More Posts Available.

No more pages to load.