Skincare bisa menjadi bagian dari kebutuhan perawatan diri, tetapi pengeluarannya tetap perlu masuk ke dalam anggaran bulanan. Apalagi, produk skincare biasanya tidak dibeli dalam satu waktu. Ada produk yang habis setiap beberapa minggu, sementara produk lain bisa digunakan selama beberapa bulan.
Karena itu, membuat bujet skincare dapat membantu mengetahui berapa dana yang memang dialokasikan untuk kebutuhan tersebut tanpa mengganggu pengeluaran lain. Cara mengaturnya pun tidak harus rumit. Pengeluaran skincare dipisahkan dari kebutuhan utama dan disesuaikan dengan kondisi keuangan.
Mulai dengan Menghitung Pengeluaran Skincare
Langkah pertama adalah melihat berapa banyak uang yang biasanya dikeluarkan untuk skincare dalam satu bulan.
Coba catat produk yang digunakan secara rutin, misalnya cleanser, moisturizer, sunscreen, serum, atau produk perawatan lainnya. Jangan hanya menghitung produk yang dibeli bulan ini. Produk yang dibeli setiap beberapa bulan juga perlu diperhitungkan agar gambaran bujet lebih realistis.
Misalnya, kamu membeli serum seharga Rp300.000 yang rata-rata habis dalam tiga bulan. Untuk membuat anggaran bulanan, kamu dapat mencatatnya sebagai sekitar Rp100.000 per bulan.
Dengan cara ini, kamu bisa mengetahui kebutuhan skincare secara lebih teratur tanpa menganggap seluruh harga produk sebagai pengeluaran satu bulan.
Tentukan Bujet Skincare Bulanan
Tidak ada persentase khusus yang wajib digunakan untuk menentukan bujet skincare. Besarannya dapat disesuaikan dengan penghasilan, kebutuhan rutin, serta prioritas keuangan masing-masing.
Setelah mengetahui rata-rata pengeluaran, tentukan batas yang realistis. Misalnya, jika rata-rata kebutuhan skincare Rp300.000 per bulan, kamu dapat menjadikannya sebagai salah satu pos dalam anggaran bulanan.
Jika ingin membeli produk yang lebih mahal, pertimbangkan terlebih dahulu apakah pembelian tersebut masih dapat dilakukan tanpa mengurangi dana untuk kebutuhan utama, tabungan, atau kewajiban lainnya.
Bedakan Kebutuhan dan Keinginan
Tidak semua produk skincare perlu dibeli ketika ada produk baru yang menarik perhatian.
Coba pisahkan produk berdasarkan fungsi dan frekuensi penggunaan. Produk yang memang digunakan secara rutin dapat masuk ke dalam anggaran utama. Sementara produk tambahan atau produk yang ingin dicoba dapat dimasukkan ke dalam anggaran belanja opsional.
Cara ini juga dapat membantu menghindari pembelian produk yang akhirnya jarang digunakan.
Buat Dana Khusus untuk Skincare
Jika pengeluaran skincare cukup rutin, kamu bisa membuat pos dana khusus. Setiap menerima penghasilan, sisihkan sejumlah uang yang memang dialokasikan untuk kebutuhan tersebut.
Misalnya, kamu menentukan bujet Rp300.000 per bulan. Dana tersebut dapat disisihkan terlebih dahulu sehingga ketika sunscreen atau cleanser habis, uang untuk membelinya sudah tersedia.
Metode ini juga dapat diterapkan dengan menabung harian. Misalnya, target bujet skincare bulan depan adalah Rp300.000. Jika menggunakan periode 30 hari, kamu dapat menyisihkan sekitar Rp10.000 per hari.
Namun, angka tersebut hanya contoh pembagian target. Jumlah yang disisihkan tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan keuangan dan kebutuhan masing-masing.
Tips Menabung Harian untuk Bujet Skincare
Ada beberapa tips menabung harian yang bisa dicoba agar target lebih mudah dicapai:
1. Tentukan nominal target sebelum mulai menabung.
2. Pisahkan uang untuk skincare dari uang kebutuhan sehari-hari.
3. Catat setiap setoran agar dapat melihat perkembangan dana.
4. Gunakan nominal yang realistis dan konsisten.
5. Evaluasi kembali target jika kondisi penghasilan atau pengeluaran berubah.
Menabung dalam nominal kecil juga dapat digunakan untuk kebutuhan lain. Yang penting, targetnya jelas dan dana yang disisihkan tidak mengganggu kebutuhan yang lebih prioritas.
Gunakan Aplikasi Menabung Harian untuk Membantu Mengatur Dana
Jika lebih nyaman mengelola uang secara digital, aplikasi menabung harian dapat digunakan untuk membantu memisahkan dana berdasarkan tujuan.
Untuk kebutuhan skincare, dana yang disisihkan juga sebaiknya tetap mudah diakses ketika produk yang digunakan sudah habis. Sementara itu, jika memiliki dana yang tidak diperlukan dalam waktu dekat, kamu dapat mempertimbangkan produk simpanan berdasarkan tujuan dan jangka waktu penggunaannya.
Salah satu pilihan untuk menyimpan dana sambil tetap memiliki akses fleksibel adalah Tabungan NOW di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce. Tabungan NOW menawarkan suku bunga kompetitif* yang cair harian.
Dengan mengatur bujet dan memisahkan dana sesuai kebutuhan, menabung untuk skincare pun bisa dilakukan tanpa mengganggu pengeluaran lainnya. Salah satu pilihan untuk menyimpan dana tersebut adalah Tabungan NOW di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce.
***
Fitur, biaya, dan ketentuan produk dapat berubah sesuai kebijakan masing-masing penyedia layanan.
*Perhatikan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Simpanan dengan bunga melebihi tingkat bunga penjaminan tidak dijamin oleh LPS. Tingkat bunga penjaminan LPS sampai 31 Januari 2027 adalah 3,75% per tahun.
Jika ingin mulai menggunakan Tabungan NOW, unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Tabungan NOW di website resmi Bank Neo Commerce.
PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES







