Daftar Isi
Jakarta –
Fenomena Kulminasi Utama atau yang dikenal dengan sebutan ‘Hari Tanpa Bayangan‘ akan terjadi kembali tahun ini. Untuk informasi lengkap waktu terjadinya di seluruh wilayah Indonesia telah dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Secara umum, menurut laporan BMKG, fenomena Kulminasi Utama atau Hari Tanpa Bayangan tahun 2025 di Indonesia untuk periode pertama akan terjadi mulai bulan Februari hingga April. Sementara untuk periode kedua akan terjadi pada bulan September hingga Oktober mendatang.
Untuk periode pertama, mengutip data BMKG, wilayah yang akan paling dulu mengalami fenomena Kulminasi Utama atau Hari Tanpa Bayangan adalah di Baa, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 20 Februari 2025. Sedangkan wilayah yang terakhir adalah di Sabang, Aceh, pada 4 April 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Secara umum, kulminasi utama tahun 2025 di Indonesia terjadi terjadi antara 20 Februari 2025 di Baa, Nusa Tenggara Timur hingga 4 April 2025 di Sabang, Aceh,” demikian keterangannya.
Berikut ini informasi waktu terjadinya fenomena Kulminasi Utama atau Hari Tanpa Bayangan tahun 2025 di ibukota provinsi se-Indonesia:
ADVERTISEMENT
- Banda Aceh: Tanggal 3 April 2025, Pukul 12.42.00 WIB
- Medan: Tanggal 29 Maret 2025, Pukul 12.30.00 WIB
- Padang: Tanggal 24 Maret 2025, Pukul 12.26.35 WIB
- Pekanbaru: Tanggal 21 Maret 2025, Pukul 12.21.21 WIB
- Bengkulu: Tanggal 16 Maret 2025, Pukul 12.20.57 WIB
- Jambi: Tanggal 16 Maret 2025, Pukul 12.14.11 WIB
- Tanjung Pinang: Tanggal 23 Maret 2025, Pukul 12.14.47 WIB
- Palembang: Tanggal 13 Maret 2025, Pukul 12.10.25 WIB
- Bandar Lampung: Tanggal 8 Maret 2025, Pukul 12.06.12 WIB
- Pangkal Pinang: Tanggal 15 Maret 2025, Pukul 12.04.21 WIB
- Serang: Tanggal 7 Maret 2025, Pukul 12.00.47 WIB
- Jakarta Pusat: Tanggal 4 Maret 2025, Pukul 12.04.22 WIB
- Bandung: Tanggal 2 Maret 2025, Pukul 12.01.41 WIB
- Semarang: Tanggal 2 Maret 2025, Pukul 11.50.00 WIB
- Yogyakarta: Tanggal 28 Februari 2025, Pukul 11.52.00 WIB
- Surabaya: Tanggal 1 Maret 2025, Pukul 11.47.41 WIB
- Pontianak: Tanggal 21 Maret 2025, Pukul 11.50.06 WIB
- Palangka Raya: Tanggal 15 Maret 2025, Pukul 11.55.06 WITA
- Banjarmasin: Tanggal 12 Maret 2025, Pukul 12.31.22 WITA
- Samarinda: Tanggal 9 Maret 2025, Pukul 12.19.16 WITA
- Tanjung Selor: Tanggal 27 Maret 2025, Pukul 12.15.54 WITA
- Denpasar: Tanggal 26 Februari 2025, Pukul 12.32.00 WITA
- Mataram: Tanggal 27 Februari 2025, Pukul 12.28.27 WITA
- Kupang: Tanggal 22 Februari 2025, Pukul 11.59.08 WITA
- Mamuju: Tanggal 13 Maret 2025, Pukul 12.13.50 WITA
- Makassar: Tanggal 10 Maret 2025, Pukul 12.00.25 WITA
- Palau: Tanggal 18 Maret 2025, Pukul 12.08.38 WITA
- Kendari: Tanggal 13 Maret 2025, Pukul 12.10.21 WITA
- Gorontalo: Tanggal 22 Maret 2025, Pukul 11.54.38 WITA
- Manado: Tanggal 22 Maret 2025, Pukul 11.46.54 WITA
- Sofifi: Tanggal 12 Maret 2025, Pukul 12.36.38 WIT
- Ambon: Tanggal 22 Maret 2025, Pukul 12.37.18 WIT
- Manokwari: Tanggal 18 Maret 2025, Pukul 12.11.46 WIT
- Jayapura: Tanggal 14 Maret 2025, Pukul 11.46.25 WIT
Adapun untuk mengetahui informasi lengkap waktu terjadinya fenomena Kulminasi Utama atau Hari Tanpa Bayangan tahun 2025 di setiap kota se-Indonesia dapat disimak di sini.
Sebagai informasi, kulminasi atau transit atau istiwa’ adalah fenomena ketika Matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. Saat deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai Kulminasi Utama. Pada saat itu, Matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit. Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat ‘menghilang’, karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Karena itu, Hari Kulminasi Utama dikenal juga sebagai ‘Hari Tanpa Bayangan’.
(wia/imk)
Hoegeng Awards 2025
Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu