Kapolda Jabar: Geng Motor di Bandung Sulit Dibasmi karena Dipicu Masalah Ekonomi

by -28 Views
by
banner 468x60


Geng motor. (ilustrasi)

banner 336x280

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengungkapkan kasus geng motor di wilayah Jawa Barat terjadi menahun dari tahun ke tahun. Salah satu pemicu atau penyebab aksi geng motor masih terjadi karena faktor masalah ekonomi.

“Saya pernah menjadi Kapolres Indramayu tahun 2010 atau 2011. Itu pak kapolda sudah ribut soal geng motor, saya balik lagi ke sini soal geng motor lagi,” ucap dia saat rilis akhir tahun, Senin (291/2/2025) malam.



Dengan kondisi itu, ia mengeluarkan maklumat yang berisi tentang intruksi kepada anggota polisi wajib melakukan pemberantasan, pencegahan dan penindakan. Selain itu, peran serta masyarakat dalam menginformasikan keberadaan geng motor.

Kapolda Jawa Barat mengaku terus menyampaikan strategi kepada kapolres agar tidak hanya melakukan penindakan. Akan tetapi, dilakukan upaya pencegahan mulai di tingkat keluarga hingga di kelompok-kelompok lainnya.

“Alhamdulillah selama saya pimpinan, (kasus geng motor) diungkap Polrestabes Bandung, Cimahi, Sumedang, Indramayu. Ini persoalan kita bersama,” kata dia.

Ia menyebut karakteristik geng motor selalu berkembang biak. Karena itu, masalah itu harus diselesaikan secara bersama-sama.

“Jadi masalah geng motor masalah kita semua, strategi kita harus memperbaiki perekonomian Jawa Barat harus diperbaiki sehingga masyarakat disibukkan memenuhi kebutuhannya dengan ekonomi yang baik,” kata dia.

Ia melanjutkan para pelaku geng motor rata-rata putus sekolah, dan tidak bekerja. Dengan kesibukannya seperti bersekolah atau bekerja maka diharapkan tidak aktif di geng motor.

“Kita harus sama mulai dari keluarga. Kampanyekan tolong orang tua. Kalau ada saudara ikut perkumpulan menghentikan kegiatan,” kata dia.


Advertisement

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.