Konsep Indonesia Naik Kelas, Kunci Tekan Kemiskinan di Bawah 5%

by -13 Views
banner 468x60

Pemerintah terus mendorong pengembangan berbagai program pemberdayaan masyarakat untuk menurunkan tingkat kemiskinan nasional hingga di bawah 5% pada 2029. Ke depan, pembangunan tidak lagi bertumpu pada bantuan sosial semata, tetapi pada penguatan kapasitas masyarakat agar lebih mandiri dan produktif, seiring dengan penguatan program hilirisasi dan industrialisasi nasional.

Konsep Indonesia Naik Kelas yang diangkat dalam buku karya Dany Amrul Ichdan dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan sekaligus pemerataan ekonomi, khususnya untuk menurunkan angka kemiskinan secara berkelanjutan.

banner 336x280

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa hilirisasi merupakan program strategis pemerintah yang tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga memiliki manfaat sosial yang besar dalam menekan kemiskinan.

“Program hilirisasi dan industrialisasi harus beriringan dengan program pemberdayaan masyarakat, sehingga tercipta berbagai program peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sangat penting untuk mewujudkan ekonomi tanpa ketimpangan,” ujarnya dalam Studium Generale dan Bedah Buku Indonesia Naik Kelas di Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu (11/2/2026).

Muhaimin menjelaskan bahwa pengembangan hilirisasi dan industrialisasi akan mendorong lahirnya berbagai program pemberdayaan, seperti peningkatan keterampilan tenaga kerja, pengembangan kewirausahaan, serta perluasan kesempatan kerja produktif di berbagai daerah. Selain itu, sektor pendidikan juga akan terdorong untuk menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Hilirisasi dan industrialisasi tidak boleh berhenti di pembangunan smelter, tetapi harus diikuti dengan adopsi teknologi dan pengembangan sumber daya manusia unggul sehingga semakin mampu mendukung pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Wakil Direktur Utama MIND ID sekaligus penulis Indonesia Naik Kelas, Dany Amrul Ichdan, menegaskan bahwa Indonesia memiliki modal yang sangat kuat untuk tumbuh lebih cepat dan lebih strategis. Kita diberkahi sumber daya alam yang hari ini justru menjadi komoditas paling relevan di ekonomi global. Ini bukan sekadar kekayaan alam Ini adalah potensi yang besar. Dan jika dikelola dengan tepat, ia bisa menjadi fondasi lompatan industri nasional ke level yang lebih tinggi.

Tantangannya bukan pada ketersediaan sumber daya. Tantangannya ada pada instrumen, kualitas tata kelola dan strategi pengelolaannya.

Menurutnya, Hilirisasi adalah instrumen untuk mengubah keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif. Ketika nilai tambah diciptakan di dalam negeri, yang tumbuh bukan hanya ekspor, tetapi lapangan kerja berkualitas, basis industri nasional, dan ekonomi daerah.

“Naik kelas bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi yang tinggi, melainkan tentang pertumbuhan yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendorong kemajuan yang inklusif.”ujarnya.

Ia mencontohkan pembangunan smelter oleh Grup MIND ID sebagai implementasi nyata hilirisasi yang memberikan dampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja serta menciptakan multiplier effect ekonomi di berbagai sektor.

“Satu smelter bisa melahirkan 10 sampai 12 industri hilir. Ekosistemnya harus dirancang sejak awal,” ujarnya.

Melalui forum akademik terbuka ini, ITB menegaskan komitmennya sebagai ruang dialog strategis kebangsaan sekaligus mendorong sinergi lintas sektor untuk mewujudkan ekonomi Indonesia yang lebih inklusif, berdaulat, dan berkelanjutan.

banner 336x280

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

No More Posts Available.

No more pages to load.