
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG–Kota Bandung tengah siaga menjaga kondusifitas wilayah dan mencegah terjadi tindakan anarkis pascaaksi demonstrasi yang berlangsung sejak Jumat (29/8/2025) hingga Sabtu (30/8/2025). Sejumlah kalangan mulai dari pemerintah, DPRD, aktivis hingga ulama berkumpul untuk mendukung kondusifitas Kota Bandung.
“Memang telah bertemu semuanya, mulai dari pemerintahan, DPRD, para aktivis, serta para ulama karena waktunya terbatas, tidak semua bisa hadir. Tujuan utama adalah menunjukkan bahwa kita yang merupakan bagian dan representasi warga Bandung, memiliki keyakinan yang sama,” ujar Wali Kota Bandung M Farhan didampingi Wakil Wali Kota Bandung Erwin di Masjid Istiqomah Bandung, Ahad (31/8/2025).
Farhan mengatakan, kebebasan menyampaikan pendapat dan berekspresi merupakan hak semua rakyat. Namun, pihaknya menegaskan bahwa tidak ada tempat untuk tindakan anarkis di Kota Bandung. “Kami juga menyatakan kami semua di sini anti anarkis. Tidak ada tempat bagi anarkisme di Kota Bandung,” kata dia.
Farhan melanjutkan pihaknya berharap ketegasan dari aparat keamanan dan selalu berkolaborasi. Ia menegaskan tindakan tegas bukan menyangkut penggunakan senjata akan tetapi pihaknya akan melakukan penjagaan di 30 kecamatan, 151 kelurahan dan 1.937 RW di Kota Bandung. “Kita akan jaga bersama-sama lewat kolaborasi bersama-sama,” katanya.
Ia menyebut kehadiran seluruh anggota DPRD Kota Bandung pun memastikan bahwa tiap anggota hadir di wilayah masing-masing untuk menjalankan tugas dan mendengarkan aspirasi masyarakat. Aspirasi terkait keresahan akibat ketidakadilan, beban ekonomi yang berat dan kebutuhan pokok.
“Semua itu tentu harus disampaikan dan diperjuangkan. Kita pun terbuka pada berbagai macam kritik, masukan, dan saran dari masyarakat,” katanya.
Farhan mengajak semua pihak bersama-sama menjaga kondusifitas di Kota Bandung. “Insya Allah kita bersama-sama akan bisa menciptakan Kota Bandung yang kondusif di tengah-tengah situasi yang sangat krisis pada pekan-pekan terakhir ini,” kata dia.
Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi mengaku bersama Pemkot Bandung akan meningkatkan transparansi dan terbuka. Serta mendengar aspirasi masyarakat Kota Bandung. “Kami siap bekerja profesional dan akuntabel untuk mengutamakan kepentingan masyarakat Bandung,” kata dia.
Ia pun mengajak media massa dan masyarakat Kota Bandung untuk menyebarkan narasi yang konstruktif, menghindari hoaks, dan menyerukan persatuan.
Ketua Umum FUUI, KH Athian Ali mengatakan seluruh tokoh Islam hadir untuk menjaga Kota Bandung kondusif. “Kita berkumpul insyaallah demi untuk menjaga Bandung kondisi. Semoga Allah memberkati dan memberkati kita semua,” kata dia.
Para tokoh Islam tersebut di antaranya Ketua MUI Kota Bandung dan sesepuh Kota Bandung KH Miftah Faridl, KH Athian Ali, Ustaz Erick Yusuf. Ketua PW Persis Jawa Barat Iman Latief dan sejumlah tokoh Islam lainnya. Mereka bersama Wali Kota Bandung M Farhan dan Wakil Wali Kota Bandung Erwin.
Selain itu, terdapat Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi, anggota DPRD Kota Bandung Ahmad Rahmat Nugraha dan Rendiana Awangga.