Okupansi Hotel di Jabar Libur Nataru 70 Persen, PHRI Sebut Masih Belum Baik

by -49 Views
by
banner 468x60


Sebuah hotel di Kota Bandung, Jawa Barat.

banner 336x280

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Jawa Barat (PHRI Jabar) mengungkapkan tingkat keterisian atau okupansi hotel di Bandung Raya selama libur natal dan tahun baru rata-rata mencapai 70 persen. Namun, secara umum kondisi itu belum membuat hotel membaik atau untung.

“Di Bandung Raya (okupansi) hotel bintang 3,4,5 itu 80 persen kalau non bintang 60 persen. Rata-rata 70 persen,” ucap Ketua PHRI Jabar Dodi Ahmad Sofiandi di Kota Bandung, Provinsi Jabar, Jumat (2/1/2026).



Dia menuturkan, okupansi hotel naik terjadi pada 25-26 Desember dan 30-31 Desember 2025. Sedangkan okupansi harian sepanjang Desember 2025 di angka 55 persen. Secara umum, Dodi menilai, kondisi industri perhotelan di Jabar belum mengalami perbaikan sepanjang tahun 2025.

Dia menyebut, okupansi hotel di bawah naungan PHRI masih stagnan. “Yang penting kita hidup, tidak ada PHK, operasional berjalan meski keuntungan tidak ada,” kata Dodi.

Dia berharap, tahun 2026 terdapat perubahan kebijakan yang mendorong perbaikan industri hotel. Namun begitu, Dedi tidak terlalu berharap kepada pemerintah dan tetap berupaya untuk meningkatkan okupansi sendiri.

“Saya berharap pemda promosi ditingkatkan untuk membantu okupansi hotel, di jalan macet beranggapan hotel penuh kenyataan tidak ada,” kata Dodi.

Menurut Dodi, hadirnya vila, kosan dan apartemen yang disewakan turut memperburuk industri perhotelan. Dia menyebut keberadaannya yang tidak memiliki izin, tetapi disewakan sebagai penginapan berdampak buruk bagi industri hotel. “Tidak punya perizinan tapi berusaha, kita punya izin harus lengkapi. Tidak adil,” ujarnya.


Advertisement

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.