JAKARTA, 4 Januari 2026 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengintensifkan upaya penanganan darurat bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap dampak cuaca ekstrem Siklon Tropis Senyar yang memicu hujan intensitas tinggi pada akhir November 2025, dan menyebabkan banjir, banjir bandang, serta tanah longsor yang merusak permukiman dan infrastruktur Sumber Daya Air (SDA).
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pihaknya bergerak
cepat untuk memulihkan fungsi infrastruktur SDA guna menekan risiko banjir
susulan.
“Penanganan darurat kami fokuskan pada pembersihan sedimen,
normalisasi sungai, serta perbaikan alur sungai di titik-titik kritis agar
aliran air kembali lancar dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman,”
ujar Menteri Dody.
Selain pengendalian daya rusak air, Menteri Dody menyoroti
pentingnya pemulihan layanan air bersih sebagai kebutuhan paling mendasar bagi
masyarakat terdampak.
“Air bersih adalah kebutuhan utama masyarakat. Kementerian PU
berkomitmen memastikan layanan air bersih tetap tersedia agar aktivitas
masyarakat dapat kembali berjalan normal, sekaligus mendukung upaya pemulihan
kesehatan dan lingkungan,” tambahnya.
Berdasarkan data per 2 Januari 2026, Kementerian PU telah
memobilisasi total 33 unit alat
berat ke berbagai lokasi terdampak, antara lain Kabupaten Pidie,
Pidie Jaya, Aceh Barat, Aceh Utara, Aceh Tenggara, Bireuen, dan Aceh Tamiang.
Berikut adalah rincian progres penanganan
fisik di lapangan:
Kabupaten Pidie: Penanganan difokuskan pada Bendung Tiro
melalui pembersihan sampah dan sedimen dengan target sepanjang 1.600
meter, serta normalisasi Sungai Krueng Tiro di Blang Rikul. Kementerian PU
juga telah menyalurkan 100 buah geobag untuk penanganan
darurat banjir di wilayah ini.
Kabupaten Pidie Jaya: Dilakukan pembersihan kayu dan pelebaran alur
Sungai Krueng Meureudu yang progresnya telah mencapai 900 meter dari
rencana 1.500 meter. Selain itu, normalisasi juga
dilakukan di Krueng Jeulanga sepanjang 100 meter.
Kabupaten
Aceh Tenggara: Perbaikan alur Sungai
Lawe Alas di beberapa desa telah mencapai progres penanganan sepanjang
1.100 meter. Pekerjaan serupa juga dilakukan pada alur Sungai Lawe Bulan
di Desa Simpang IV. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi risiko luapan
sungai yang berulang.
Kabupaten
Bireuen & Aceh Utara: Di Bireuen, penanganan
mencakup perbaikan alur Sungai Krueng Peusangan serta pembersihan akses
dan fasilitas di kawasan Krueng Samalanga. Sementara di Aceh Utara,
pekerjaan difokuskan pada pembersihan sampah dan sedimentasi di Bendung
Jambo Aye untuk memulihkan fungsi bendung.
Kabupaten
Aceh Tamiang: Sebagai dukungan terhadap
ketersediaan air bersih, Kementerian PU melaksanakan pembangunan sumur bor
darurat bagi warga terdampak.
Kementerian PU akan terus berkoordinasi secara intensif dengan
pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk
memastikan penanganan darurat berjalan optimal. Langkah ini juga dibarengi
dengan penyiapan mitigasi jangka menengah dan panjang guna memperkuat ketahanan
wilayah Aceh terhadap potensi bencana hidrometeorologi di masa mendatang.
Program kerja ini
merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan
ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.
#SigapMembangunNegeriUntukRakyat
#SetahunBerdampak
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES







