Pesan Ketum Muhammadiyah Haedar Nashir untuk Rakyat dan Elite Bangsa di Tahun Baru 2026

by -35 Views
by
banner 468x60


Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir berpesan kepada masyarakat dan elite bangsa untuk lebih bijaksana pada tahun baru 2026.

banner 336x280

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengimbau masyarakat agar tidak berpesta pora dan euforia kembang api menghadapi tahun 2026. Hal itu dilakukan sebagai bentuk empati terhadap korban bencana Sumatera dan Aceh.

“Mari awali kehadiran tahun 2026 dengan semangat baru untuk lebih tangguh dan makin bersatu menghadapi musibah dan menjalani kehidupan. Seraya merajut hidup ke depan menjadi lebih baik, lebih produktif, dan lebih bermakna untuk diri sendiri maupun relasi sesama,” ucap dia melalui keterangan resmi yang diterima, Kamis (1/1/2026).



Ia mengajak kepada seluruh warga dan elit bangsa di negeri untuk semakin memperkuat jiwa, pikiran. Serta orientasi tindakan yang luhur berbasis hikmah kebijaksanaan dalam menghadapi setiap musibah dan dinamika kehidupan.

“Mari lakukan refleksi spiritual, intelektual, dan sosial dalam kehidupan kebangsaan agar perjalanan ke depan semakin terarah di jalan yang benar dan lebih tercerahkan,” kata dia.

Ia mengajak untuk merenungkan kembali sekaligus merawat nilai-nilai ketuhanan yang diajarkan oleh seluruh agama yang hidup di negeri tercinta. Sebagaimana nilai substansial bernegara yang terkandung dalam Pancasila sebagai fondasi dasar negara Republik Indonesia.

Di tengah bencana, Haedar mengatakan spirit bangkit mesti dibangun oleh seluruh pihak. Bukan menebar keriuhan, kekalutan, dan suasana pesimis. Bangsa ini harus tangguh dan bangkit dalam menghadapi bencana maupun tantangan kehidupan lain seberat apa pun.

“Kami menaruh hormat kepada saudara-saudara korban terdampak bencana yang masih terus berjuang mengatasi kesulitan dengan kesabaran dan semangat kebersamaan yang tinggi,” ungkap dia.

Haedar mengatakan bahwa pasca bencana terbuka peluang mengkaji kondisi ekosistem Indonesia secara menyeluruh. Kajian-kajian hendaknya dilakukan secara objektif dengan pendekatan multidisipliner dan multiperspektif yang didukung riset lapangan yang andal. Agar hasil kajian mendekati kebenaran yang substansial dan menyeluruh.

“Bersama dengan itu mari menata Indonesia di bidang politik, sosial, ekonomi, tata ruang, lingkungan, dan semua aspek secara benar dan tersistem menuju Indonesia yang lebih baik dan berkemajuan,” kata dia.


Advertisement

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.