Ribuan Wisatawan Padati Malioboro dan Tugu Yogyakarta Saat Pergantian Tahun

by -31 Views
by
banner 468x60

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Menjelang malam pergantian tahun 2025 menuju 2026, kawasan Tugu Pal Putih hingga Malioboro, Kota Yogyakarta, mulai dipadati ribuan wisatawan. 

banner 336x280

Pantauan Republika, mereka berjalan kaki usai memarkirkan kendaraannya di sekitaran lokasi. Meski tidak digelar pesta kembang api seperti tahun-tahun sebelumnya, antusiasme pengunjung terpantau tetap tinggi untuk merayakan malam tahun baru di kawasan ikonik tersebut karena suasana khas yang ditawarkan.

Arus wisatawan terus berdatangan dan memadati ruas-ruas utama pusat kota. Untuk mengantisipasi kepadatan, kepolisian kini menerapkan sterilisasi kendaraan bermotor serta rekayasa lalu lintas di sejumlah titik strategis. 

Kawasan Malioboro telah ditutup lebih awal mulai pukul 18.00 WIB, sementara Tugu Pal Putih akan disterilkan dari kendaraan bermotor mulai pukul 21.00 WIB hingga Kamis (1/1/2026). Penerapan Car Free Night ini membuat Malioboro sepenuhnya menjadi ruang bagi pejalan kaki. 

Wisatawan memanfaatkan momen tersebut untuk berjalan santai, berswafoto, hingga menikmati aneka kuliner kaki lima. Armada TransJogja, becak, dan andong masih diperbolehkan melintas guna mendukung mobilitas pengunjung.

Kasat Lantas Polresta Yogyakarta, AKP Alvian Hidayat, menyampaikan penutupan kawasan Malioboro bertujuan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat. Dalam pengaturannya, Jalan Malioboro dibagi menjadi dua jalur, yakni sisi kiri sebagai jalur darurat dan sisi kanan khusus untuk pejalan kaki dan wisatawan.

“Kita memberikan akses seperti Car Free Night kepada masyarakat supaya bisa menikmati Malioboro tanpa kendaraan,” kata AKP Alvian, Rabu (31/12/2025).

“Sebelah kiri menjadi jalur emergency, kemudian yang sebelah kanan itu menjadi jalur pejalan kaki sebagai jalur wisatawan. Jadi silakan masyarakat berjalan-jalan di jalur kanan,” ungkapnya.

Selain penutupan Malioboro, rekayasa lalu lintas juga dilakukan dengan pengalihan arus dari berbagai arah, termasuk Jalan Sudirman, Simpang Jetis, dan Simpang Pingit. Sementara itu, Jalan Pasar Kembang tetap dibuka dan beroperasi normal.

Pihak kepolisian juga telah menyiapkan sekitar 15 titik parkir resmi yang berada di kawasan Ring 1 Malioboro dan Ring 1 Keraton. Lokasi parkir tersebut dapat diakses melalui sistem barcodeyang bisa dipindai oleh pengunjung.

“Silakan manfaatkan tempat parkir yang sudah kami sediakan dan parkirlah di tempat yang semestinya, jangan parkir sembarangan,” ucap Alvian.

Dijumpai Republika, salah satu wisatawan asal Bandung, Ria mengaku memilih kawasan Malioboro sebagai lokasi merayakan malam pergantian tahun karena suasananya yang khas dan penuh kebersamaan.

“Saya setiap tahun ke Jogja, dan Malioboro itu selalu punya atmosfer berbeda. Tanpa panggung besar atau hiburan mewah, cukup berjalan kaki, lihat keramaian, rasanya sudah spesial,” ujar Ria.

Hal senada disampaikan Arif, wisatawan asal Jakarta. Menurutnya, Malioboro menawarkan pengalaman sederhana namun berkesan.


“Di sini lebih terasa hangat dan akrab. Orang-orang berkumpul, jalan santai, menikmati malam. Itu yang bikin kami memilih Malioboro untuk tahun baruan,” katanya.

Terkait ditiadakannya pesta kembang api, beberapa wisatawan mengaku dapat memahami kebijakan tersebut dan justru mendukungnya sebagai bentuk empati.

“Tidak ada kembang api juga tidak masalah. Justru kami menghargai keputusan ini sebagai bentuk empati kepada para korban. Merayakan tahun baru tidak harus dengan hura-hura,” tutur Dewi, wisatawan asal Surabaya.


“Esensi tahun baru itu refleksi dan kebersamaan. Dengan suasana seperti ini, tanpa kembang api, malah terasa lebih tenang dan penuh makna,” ujarnya menambahkan.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.