Sanct Social Mampir ke ARCHIWEEK 4.0 UMN, Kampus Pertama Setelah Singapura dan Jakarta dalam Tujuh Minggu

by -31 Views
banner 468x60

Sanct Social, aplikasi sosial untuk sahabat dekat dan keluarga, ikut meramaikan hari penutupan ARCHIWEEK 4.0, pameran seni dan kreasi mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tangerang, Sabtu (31/10). Ini kampus pertama yang didatangi tim Sanct Social, dan acara tatap muka ketiga dalam tujuh minggu sejak aplikasinya rilis di App Store, setelah Tech in Asia di Singapura dan Tar2Cup di Jakarta. Di tiga kota itu polanya sama: orang datang berdua, lalu mendaftar berdampingan, karena di Sanct Social teman pertama memang ditambahkan dengan bertemu langsung. Lima minggu setelah rilis, sudah lebih dari 1.000 orang ada di platform, aplikasinya gratis di App Store 12 negara sejak diperluas Oktober lalu, dan lebih dari 200 media di Indonesia, Singapura, dan Malaysia sudah memuat ceritanya. Kampus berikutnya sedang disiapkan. Video rekap ada di YouTube Sanct Social; aplikasinya bisa diunduh lewat sanct.social.

Tangerang, 4 November 2026 — Sabtu sore (31/10), di hari terakhir ARCHIWEEK 4.0, pameran seni dan kreasi mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tangerang, ada satu meja yang tidak pernah sepi: meja Sanct Social, aplikasi sosial untuk sahabat dekat dan keluarga. Ini kampus pertama yang didatangi tim Sanct Social, dan acara tatap muka ketiga dalam tujuh minggu sejak aplikasinya rilis di App Store, setelah Singapura pada September dan Jakarta pada Oktober.

banner 336x280

Sanct Social adalah sosial media untuk sahabat dekat dan keluarga. Gratis, tanpa iklan, tersedia di App Store Indonesia, Singapura, Malaysia, dan sembilan negara lain, dan bisa diunduh lewat sanct.social. Di aplikasi ini, teman pertama ditambahkan dengan bertemu langsung dan saling memindai kode QR. Cara itu pula yang dibawa tim ke setiap acara: orang datang berdua.

Mahasiswa UMN mendaftar berdampingan di meja Sanct Social, ARCHIWEEK 4.0, Sabtu (31/10). | Alt: Lima mahasiswa berkaus hitam berdiri di meja Sanct Social memegang ponsel.

Datang berdua, di kota mana pun

Sepanjang enam jam, meja itu dijaga satu orang dari tim. Pengunjung datang menggandeng temannya, mendaftar berdampingan, dan pulang dengan satu teman yang sudah ada di dalam aplikasinya, bukan aplikasi kosong. Yang datang sendirian biasanya pamit sebentar, lalu kembali membawa teman sekelas atau teman kos. Pemandangan yang sama terlihat di booth Tech in Asia di Singapura dan di Tar2Cup di Jakarta.

Bagi tim, pola itu lebih berharga daripada hitungan pengunjung di satu hari. Orang hanya mau mengajak temannya kalau ia sendiri sudah mengerti untuk apa aplikasi ini. Dan setiap kota baru menunjukkan hal yang sama.

“Setiap acara buat kami adalah kota baru, dan hasilnya selalu sama: orang datang berdua. Begitulah Sanct Social tumbuh, dari teman ke teman. Kami sudah melihatnya di Singapura, di Jakarta, sekarang di Tangerang, dan belum ada tanda-tanda berhenti,” kata Pendiri Sanct Social Sion Abednego dalam keterangannya, Rabu (4/11).

Dua sahabat yang mendaftar berdua di meja Sanct Social, ARCHIWEEK 4.0, Universitas Multimedia Nusantara. | Alt: Dua mahasiswa dan anggota tim Sanct Social tersenyum di depan logo UMN.

Tiga kota dalam tujuh minggu

Sanct Social rilis di App Store Singapura pada 28 September 2026, lalu di Indonesia dan Malaysia pada 30 September 2026. Sejak itu timnya sudah hadir di tiga acara dengan format yang sama: satu orang, satu meja, satu hari.

1. Tech in Asia Conference 2026, Sands Expo and Convention Centre, Singapura, 15-16 September.

2. Tar2Cup, SMA Tarakanita 2, Jakarta, 18 Oktober.

3. ARCHIWEEK 4.0, Universitas Multimedia Nusantara, Tangerang, 31 Oktober, kampus pertama.

Dari setiap acara lahir satu video rekap yang tayang di YouTube Sanct Social dan dibagikan lagi oleh orang-orang yang ada di dalamnya. Jadi satu hari di lapangan terus bekerja lama setelah acaranya bubar.

Panitia ARCHIWEEK 4.0 dan tim Sanct Social di depan logo Universitas Multimedia Nusantara, Sabtu (31/10). | Alt: Sekitar dua puluh mahasiswa bertopi krem dan anggota tim Sanct Social berpose bersama.

Yang sudah tercapai, dan yang berikutnya

Lima minggu setelah rilis, sudah lebih dari 1.000 orang ada di platform Sanct Social. Aplikasinya gratis di App Store 12 negara, termasuk Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, India, dan Jepang, sejak daftar negaranya diperluas pada Oktober 2026. Lebih dari 200 media di tiga negara sudah memuat cerita Sanct Social sejak September.

Kampus berikutnya di Indonesia, Malaysia, dan Singapura sedang disiapkan dengan format yang sama. Panitia mahasiswa atau kampus yang ingin kedatangan meja ini bisa menghubungi alamat media di bawah.

“UMN kampus pertama, bukan yang terakhir. Formatnya ringan, satu orang dan satu meja, jadi kampus berikutnya tidak perlu menunggu lama. Sanct Social akan terus bertambah dengan cara yang sama di tiga negara: seseorang membawa seseorang,” tambahnya.

Anggota tim Sanct Social bersama seorang pengunjung di meja ARCHIWEEK 4.0. | Alt: Anggota tim Sanct Social menunjuk ke arah pengunjung yang memegang ponsel, keduanya bertopi krem.

Tentang ARCHIWEEK 4.0

ARCHIWEEK 4.0 adalah pameran seni dan kreasi yang digelar mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara di kampus UMN, Tangerang. Sanct Social diundang panitia untuk hadir di hari penutupan, Sabtu (31/10), dan berterima kasih kepada panitia ARCHIWEEK 4.0 serta seluruh warga UMN.

Seorang pengunjung ARCHIWEEK 4.0 dan anggota tim Sanct Social di Universitas Multimedia Nusantara. | Alt: Mahasiswa dan anggota tim Sanct Social membentuk hati dengan satu tangan masing-masing di depan logo UMN.

Tentang aplikasi

Sanct Social adalah aplikasi personal networking untuk sahabat dekat dan keluarga, dengan ruang virtual tempat mereka bertemu saat berjauhan dan bercerita tentang harinya. Aplikasi ini gratis dan tanpa iklan di App Store Indonesia serta sebelas negara lain, dan sudah ada lebih dari 1.000 orang di dalamnya.

Sanct Social bisa diunduh lewat https://sanct.social

banner 336x280

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

No More Posts Available.

No more pages to load.