Shakti India-Indonesia Dance Showcase Satukan Dua Budaya melalui Seni Tari

by -27 Views
banner 468x60

JAKARTA — Shakti India × Indonesia Dance Showcase menghadirkan perpaduan budaya India dan Indonesia melalui pertunjukan tari tradisional, sesi interaktif, dan kolaborasi seni di BINUS University International, Jakarta, pada Jumat (16/10/2026). Mengusung tema Dance, Discover, Connect dan slogan One Stage. Two Cultures. One Rhythm, acara ini merayakan kedekatan budaya kedua negara melalui bahasa universal seni tari sekaligus mengangkat semangat energi feminin ilahi dalam perayaan Navaratri.

Diselenggarakan oleh Indoindians bekerja sama dengan BINUS University, pertunjukan ini menampilkan beragam tarian, termasuk Bharatanatyam, Kuchipudi, tari Betawi, Bhangra, dan Bollywood, serta kolaborasi khusus yang melibatkan penari India dan Indonesia bersama mahasiswa BINUS. Rangkaian acara juga mencakup sesi tari interaktif yang mengajak penonton untuk ikut bergerak dan mempelajari gerakan dari berbagai tradisi tari, sehingga mereka dapat merasakan langsung pengalaman budaya yang ditampilkan.

banner 336x280

Campus Director BINUS Senayan, Andreas Chang, menyambut baik penyelenggaraan acara tersebut dan berharap kegiatan ini dapat mendorong kolaborasi budaya yang lebih luas antara BINUS University dan komunitas India di Indonesia.

“India dan Indonesia memiliki hubungan yang sangat panjang, baik dalam bidang budaya maupun bisnis. Kami sangat senang dengan terselenggaranya acara hari ini,” ujar Chang dalam sambutannya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Poonam Sagar atas inisiatifnya menyelenggarakan pertunjukan tersebut dan mempertemukan kedua komunitas melalui pertukaran budaya. Chang berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di lingkungan universitas.

“Kami ingin melihat lebih banyak kegiatan yang diselenggarakan oleh Indoindians bersama BINUS University di masa mendatang,” katanya.

Chang menegaskan bahwa BINUS University terbuka untuk mendukung berbagai kegiatan budaya dan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut guna mempererat hubungan antarkomunitas. Ia juga mengajak para tamu menikmati pertunjukan yang disajikan.

Sementara itu, Poonam Sagar, yang mewakili Indoindians, menyebut acara tersebut sebagai momen istimewa karena menjadi pertunjukan tari India-Indonesia pertama yang diselenggarakan oleh organisasinya.

“Hari ini merupakan hari yang sangat istimewa. Kami menyelenggarakan pertunjukan tari India-Indonesia untuk pertama kalinya. Kami akan menghadirkan tarian dari India dan Indonesia,” ujar Sagar.

Ia menjelaskan bahwa rangkaian pertunjukan dirancang dengan mengambil inspirasi dari Navaratri, festival Hindu selama sembilan malam yang didedikasikan untuk Dewi dan merayakan energi feminin ilahi melalui sembilan manifestasinya. Konsep tersebut menjadi landasan dalam menyusun pertunjukan yang menampilkan keragaman tradisi tari dan ekspresi artistik dari kedua negara.

Sagar juga menekankan bahwa keterlibatan penonton menjadi bagian penting dari acara tersebut. Para tamu tidak hanya diajak menyaksikan pertunjukan, tetapi juga mengikuti gerakan yang diperagakan para penari.

“Setiap tarian memiliki bagian interaktif. Setelah pertunjukan, para penari akan mengajak penonton untuk mengikuti gerakan mereka,” katanya. Ia menambahkan, “Acara ini bukan hanya tentang menonton, tetapi juga tentang ikut melakukannya.”

Selain pertunjukan di atas panggung, acara ini menghadirkan India Experience Zone yang menampilkan saree, perhiasan, henna, dekorasi rumah, serta berbagai produk pilihan melalui stan dan gerai pop-up. Area tersebut memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal lebih dekat produk dan unsur budaya India.

Tari sebagai Bahasa yang Menyatukan

Image

Sindhu Raj, yang bertugas sebagai pembawa acara sekaligus pencerita dalam pertunjukan, menyoroti hubungan antara tradisi seni India dan Indonesia. Ia menggambarkan tari sebagai bentuk komunikasi yang mampu melampaui perbedaan bahasa dan batas geografis.

Dalam sambutannya, Raj menghubungkan konsep rasa dalam kebudayaan India dan Indonesia, yang berkaitan dengan perasaan dan pengalaman emosional yang disampaikan melalui ekspresi artistik. Ia juga mengaitkannya dengan konsep Navarasa, yaitu sembilan ekspresi emosional dalam tradisi seni India, serta perayaan Navaratri yang menjadi inspirasi acara tersebut.

“Di India, kita mengenal istilah rasa. Di Indonesia, istilahnya juga rasa. Sama seperti kita memiliki Navaratri, kita juga mengenal Navarasa,” ujar Raj.

Ia menjelaskan bahwa gerakan telah menjadi sarana manusia untuk menyampaikan emosi, menceritakan kisah, dan membangun hubungan sejak sebelum bahasa lisan berkembang.

“Di suatu tempat dalam peradaban kuno ini, manusia menemukan gerakan. Gerakan tidak hanya sekadar gerakan. Gerakan dapat menjadi doa, gerakan dapat menjadi puisi, dan gerakan dapat menjadi ungkapan kegembiraan,” katanya.

Raj turut menyoroti hubungan budaya kedua negara yang telah terjalin meskipun dipisahkan oleh Samudra Hindia. Menurutnya, kesamaan dalam ekspresi artistik memperlihatkan bagaimana tradisi India dan Indonesia dapat saling terhubung melalui gerakan dan irama.

“Kita hanya dipisahkan oleh satu lautan biru yang luas, yaitu Samudra Hindia. Namun, meskipun terdapat lautan yang begitu luas di antara kita, India dan Indonesia seolah-olah tetap saling berbicara,” ujarnya.

Ia juga menunjukkan adanya kemiripan dalam gerakan tari klasik India dan tradisi tari Indonesia, yang mencerminkan hubungan serta pengaruh budaya di antara keduanya.

“Bukan hanya cerita yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain, berbagai bentuk tari juga saling memengaruhi. Kita memiliki begitu banyak gerakan yang berbeda, tetapi pada akhirnya hari ini kita bersatu,” tambah Raj.

Rangkaian pertunjukan dibuka dengan Bharatanatyam, salah satu bentuk tari klasik India yang dikenal melalui gerakan tangan ekspresif, gerak kaki yang ritmis, serta penghayatan cerita. Raj menjelaskan bahwa Bharatanatyam menggabungkan tiga unsur utama, yaitu bhava atau emosi, raga atau ekspresi musikal, dan tala atau irama.

Setelah itu, penonton disuguhkan berbagai pertunjukan yang mencerminkan kekayaan seni tari India dan Indonesia. Selain Kuchipudi, sebuah bentuk tari klasik India, acara tersebut menampilkan tari Betawi, Bhangra, serta pertunjukan Bollywood yang dilengkapi sesi interaktif.

Sesi mudra interaktif juga memperkenalkan penonton pada berbagai gestur tangan simbolis dalam tari klasik India. Melalui sesi ini, pengunjung dapat memahami bagaimana gerakan tertentu menyampaikan makna dan emosi dalam sebuah pertunjukan.

Kolaborasi India-Indonesia dalam Satu Irama

Image

Salah satu sorotan utama acara adalah kolaborasi khusus antara penari India dan Indonesia bersama mahasiswa BINUS. Penampilan tersebut menunjukkan bagaimana tradisi seni dari kedua negara dapat berpadu dalam sebuah pertunjukan yang mengedepankan kreativitas dan kebersamaan.

Rangkaian acara ditutup dengan ONE RHYTHM, pertunjukan grand finale yang melibatkan para penari dan mahasiswa BINUS. Penampilan bersama tersebut menjadi simbol perayaan keberagaman budaya sekaligus menegaskan pesan utama acara, yakni bahwa tradisi yang berbeda dapat mempertahankan keunikannya sekaligus menciptakan hubungan yang bermakna.

Setelah pertunjukan berakhir, para tamu menikmati hidangan, berjejaring, dan mengunjungi stan-stan budaya yang tersedia di lokasi acara.

Melalui Shakti, Indoindians dan BINUS University menghadirkan ruang pertukaran budaya yang mempertemukan tradisi India dan Indonesia melalui seni pertunjukan. Perpaduan tari tradisional, pengalaman interaktif, dan kolaborasi antar pelaku seni tersebut menunjukkan peran seni dalam memperkuat hubungan antar masyarakat serta meningkatkan apresiasi terhadap kedekatan budaya India dan Indonesia.

banner 336x280

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

No More Posts Available.

No more pages to load.