Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

by -37 Views
banner 468x60

BRI memberikan sosialisasi program transaksi Qris UMKM Sibakul Jogja Dinas Koperasi dan UKM DIY

Yogyakarta, Oktober 2026 – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Branch Office Yogyakarta Katamso terus memperkuat komitmennya dalam mendorong akselerasi digitalisasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pemanfaatan transaksi digital. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi BRI dalam kegiatan Gathering UMKM Sibakul Jogja Dinas Koperasi dan UKM DIY dengan menghadirkan dua program unggulan, yakni sosialisasi program Racing Transaksi QRIS UMKM DIY dan program apresiasi transaksi QRIS.

banner 336x280

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong pelaku UMKM di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi keuangan, sekaligus meningkatkan pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran digital yang praktis, cepat, dan efisien.

Program sosialisasi Racing Transaksi QRIS UMKM DIY dilaksanakan pada periode September hingga November 2026. Bertempat di Dinas Koperasi dan UKM DIY, Jalan HOS Cokroaminoto No. 162, Tegalrejo, Kota Yogyakarta, program ini menyasar sebanyak 300 peserta yang dibagi ke dalam enam kelas pembelajaran. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh edukasi mengenai pemanfaatan QRIS dalam mendukung transaksi usaha serta meningkatkan kesiapan UMKM dalam menghadapi perkembangan ekosistem ekonomi digital.

Hingga Oktober 2026, program sosialisasi telah terlaksana dalam dua batch, yaitu pada 23–24 September 2026 dan 7–8 Oktober 2026. Pelaksanaan kegiatan secara bertahap ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh kepada pelaku UMKM mengenai manfaat transaksi digital serta mendorong penerapannya secara berkelanjutan dalam aktivitas usaha sehari-hari.

Selain program sosialisasi, BRI juga mendukung program apresiasi transaksi QRIS yang berlangsung selama enam bulan, mulai Oktober 2026 hingga Maret 2027. Program ini dirancang untuk mendorong peningkatan penggunaan QRIS di kalangan pelaku UMKM melalui mekanisme apresiasi bagi peserta dengan jumlah transaksi tertinggi selama periode program sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Adapun persyaratan untuk mengikuti program tersebut meliputi kepemilikan tabungan dan rekening BRI yang aktif. Bagi peserta yang belum memiliki rekening BRI, pembukaan rekening dapat dilakukan secara langsung selama kegiatan berlangsung. Peserta juga diwajibkan mengikuti kegiatan sosialisasi sesuai jadwal serta memenuhi seluruh persyaratan dan ketentuan program.

Branch Office Head BRI Yogyakarta Katamso, Irfan Muchsin Pratama, menyampaikan bahwa program ini menjadi salah satu langkah nyata BRI dalam memperluas pemanfaatan layanan keuangan digital sekaligus memperkuat pendampingan bagi pelaku UMKM di wilayah DIY.

“Melalui program Racing Transaksi QRIS bersama Sibakul Jogja dan Dinas Koperasi dan UKM DIY, BRI ingin mendorong pelaku UMKM agar semakin memahami dan memanfaatkan transaksi digital sebagai bagian dari pengembangan usaha. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta, tetapi juga membangun kebiasaan bertransaksi secara digital yang aman, praktis, dan berkelanjutan,” ujar Irfan.

Lebih lanjut, BRI turut memberikan edukasi mengenai penggunaan QRIS sebagai salah satu solusi pembayaran digital yang dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kemudahan transaksi bagi pelanggan. Dengan menggunakan QRIS, pelaku usaha dapat menerima pembayaran melalui berbagai aplikasi pembayaran yang mendukung standar QRIS tanpa harus menyediakan kode QR yang berbeda untuk setiap penyedia jasa pembayaran.

Pemanfaatan QRIS juga dapat membantu pelaku usaha mengurangi ketergantungan pada transaksi tunai, mempermudah pencatatan pembayaran, serta mendukung pengelolaan usaha yang lebih tertib. Pelaku UMKM tetap perlu memastikan nominal pembayaran sesuai, memeriksa notifikasi atau bukti transaksi yang sah, serta menjaga kerahasiaan PIN dan kode OTP. Untuk keamanan, pelaku usaha tidak diperkenankan membagikan informasi rahasia perbankan kepada pihak lain.

Dalam implementasinya, BRI terus mendorong pemanfaatan layanan transaksi digital melalui edukasi dan pendampingan agar pelaku UMKM dapat menggunakan layanan keuangan sesuai kebutuhan usaha. BRI juga mengimbau pelaku usaha untuk memahami ketentuan layanan QRIS, termasuk biaya transaksi yang berlaku sesuai kategori usaha dan regulasi yang ditetapkan.

Irfan menambahkan, sinergi antara BRI, Dinas Koperasi dan UKM DIY, serta komunitas UMKM melalui Sibakul Jogja diharapkan dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan UMKM yang semakin kompetitif dan berdaya saing.

“Ke depan, kami berharap semakin banyak pelaku UMKM di Yogyakarta yang mengadopsi transaksi digital dalam kegiatan usahanya. Dengan peningkatan literasi keuangan, perluasan penggunaan QRIS, serta kolaborasi yang berkelanjutan dengan berbagai pemangku kepentingan, kami optimistis UMKM dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan kualitas pengelolaan usaha, dan berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” tutup Irfan.

Melalui berbagai inisiatif edukasi dan penguatan ekosistem pembayaran digital, BRI terus berkomitmen menghadirkan layanan keuangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung pemberdayaan UMKM sebagai salah satu pilar penting perekonomian nasional.

banner 336x280

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

No More Posts Available.

No more pages to load.