Transaksi Kripto Indonesia Naik 12,87 Persen, Apa yang Mendorongnya?

by -59 Views
banner 468x60

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai perbaikan sentimen pasar global jadi salah satu faktor yang mendorong aktivitas perdagangan aset kripto pada Agustus 2026. Foto: FLOQ.

Jakarta, 6 Oktober 2026 — Nilai transaksi aset kripto di Indonesia kembali meningkat pada Agustus 2026 setelah mengalami penurunan dalam beberapa bulan sebelumnya. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto pada Agustus mencapai Rp23,16 triliun, naik 12,87 persen secara bulanan.

banner 336x280

Kenaikan transaksi tersebut terjadi bersamaan dengan pertumbuhan jumlah akun konsumen aset kripto. Hingga Agustus 2026, jumlah akun konsumen tercatat mencapai 23,21 juta akun.

Perkembangan tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Adi Budiarso dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK September 2026, Senin (5/10/2026).

OJK menilai pertumbuhan jumlah konsumen di tengah dinamika nilai transaksi menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem aset keuangan digital, termasuk aset kripto, masih terjaga. Selain perdagangan aset kripto di pasar spot, peningkatan aktivitas juga terlihat pada transaksi derivatif aset keuangan digital yang tumbuh lebih tinggi.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai perbaikan sentimen pasar global menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan aktivitas perdagangan aset kripto pada Agustus.

“Kami melihat kenaikan transaksi kripto pada Agustus 2026 terutama didorong oleh membaiknya sentimen global yang langsung berdampak ke harga aset kripto. Bitcoin adalah penggeraknya,” ujar Yudho dalam keterangan tertulis, Selasa (6/10/2026).

Bitcoin Jadi Penggerak Transaksi

Menurut Yudho, harga Bitcoin meningkat sekitar 25% pada Agustus. Kenaikan tersebut menjadi salah satu faktor yang kembali mendorong aktivitas investor ritel, baik dari investor yang sebelumnya sudah bertransaksi maupun pengguna baru.

Selain pergerakan harga Bitcoin, kondisi makro ekonomi global turut mempengaruhi sentimen pasar. Kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga The Fed mulai mereda, sementara harga minyak turun dan arus dana institusional kembali masuk ke produk ETF Bitcoin.

ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus masuk bersih sebesar 3,52 miliar dollar AS pada Agustus. Nilai tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang 2026 dan meningkat dibandingkan arus masuk sebesar 172 juta dollar AS pada Juli.

Ilustrasi aplikasi FLOQ, platform jual-beli aset kripto berizin dan diawasi oleh OJK. Foto: FLOQ.

“Arus dana sebesar ini memberi sinyal kepercayaan ke pasar, termasuk ke investor di Indonesia yang sangat memperhatikan pergerakan pasar global,” kata Yudho.

Aktivitas perdagangan juga mendapat dorongan dari faktor teknikal. Yudhono mencatat posisi short yang terlikuidasi pada Agustus mencapai 6,55 miliar dollar AS, lebih tinggi dibandingkan posisi long yang terlikuidasi sebesar 3,16 miliar dollar AS.

Menurut dia, kondisi tersebut dapat mempercepat pergerakan harga ketika Bitcoin menembus level psikologis tertentu. Salah satunya ketika Bitcoin kembali melewati level 80.000 dollar AS.

Transaksi Platform Ikut Meningkat

Kenaikan aktivitas pasar nasional juga tercermin pada perdagangan di FLOQ. Yudho mengatakan nilai transaksi di platform tersebut meningkat sekitar 15% secara bulanan pada Agustus dibandingkan Juli.

“Secara umum tren di FLOQ sejalan dengan pasar nasional. Pada Agustus 2026, nilai transaksi di FLOQ mencatatkan kenaikan sekitar 15 persen secara mtm dibandingkan Juli. Kenaikan ini terutama terjadi pada paruh kedua Agustus, saat Bitcoin kembali menembus level US$80.000,” ujarnya.

Namun, Yudho mengatakan kenaikan transaksi tidak terjadi setiap bulan. Aktivitas trading atau perdagangan aset kripto sangat dipengaruhi oleh volatilitas harga dan kondisi pasar.

“Kalau ditanya apakah transaksi selalu naik, tentu tidak. Transaksi kripto sangat dipengaruhi volatilitas harga, dan kami juga merasakan koreksi di bulan-bulan saat pasar sedang lesu, seperti Juli lalu,” katanya.

Di sisi lain, jumlah pengguna FLOQ terus bertambah. Hingga saat ini, jumlah pengguna terdaftar FLOQ hampir mencapai 2 juta, dalam kurung waktu kurang dari dua tahun. “Bagi kami, basis pengguna yang terus bertambah adalah fondasi penting. Ketika sentimen pasar membaik, aktivitas transaksi bisa pulih lebih cepat,” tutur Yudho.

Meski transaksi kembali meningkat pada Agustus, Yudho mengingatkan bahwa pasar aset kripto masih sensitif terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat dan perkembangan geopolitik. Investor juga perlu mempertimbangkan risiko dan melakukan transaksi melalui platform aset kripto yang terdaftar dan diawasi OJK.

banner 336x280

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

No More Posts Available.

No more pages to load.