Transaksi Kripto Indonesia Naik Dua Bulan Beruntun, Apa Pendorongnya?

by -77 Views
banner 468x60

<img style="width: 100%;" src="https://imagedelivery.net/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ/prd/e977d95b-935c-4c28-98f4-c6677c16cbda/public" alt="CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai pergerakan harga aset kripto menjadi salah satu faktor yang memengaruhi aktivitas perdagangan di dalam negeri. Foto: FLOQ.
” />

Jakarta – 6 November 2026 – Nilai transaksi aset kripto di Indonesia meningkat selama dua bulan berturut-turut, mencerminkan kembali menguatnya aktivitas perdagangan di tengah dinamika pasar global. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi kripto nasional mencapai Rp30,56 triliun pada September 2026, naik 31,95% secara bulanan dibandingkan Rp23,16 triliun pada Agustus 2026.

banner 336x280

Kenaikan tersebut melanjutkan pertumbuhan transaksi pada Agustus, yang meningkat 12,87% dibandingkan Juli 2026 sebesar Rp20,52 triliun. Dengan demikian, nilai transaksi kripto domestik bertambah Rp10,04 triliun dalam dua bulan, dari Rp20,52 triliun pada Juli menjadi Rp30,56 triliun pada September.

Data tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan kembali meningkat setelah mengalami perlambatan pada Juli. Sejumlah faktor, mulai dari pemulihan harga aset kripto utama hingga pertumbuhan jumlah investor, turut memberikan konteks terhadap perkembangan tersebut.

Pemulihan Harga Bitcoin Dorong Aktivitas Perdagangan

Salah satu faktor yang berpotensi mendorong peningkatan transaksi adalah penguatan harga aset kripto utama, khususnya Bitcoin.

Sepanjang September 2026, Bitcoin mencatat kenaikan harga sekitar 6,38%, dengan pergerakan pada kisaran US$74.945 hingga US$87.395. Ethereum juga menguat sekitar 8,80% pada periode yang sama.

Pemulihan harga tersebut berlangsung di tengah meningkatnya arus dana ke produk investasi Bitcoin. ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus masuk bersih sebesar US$2,39 miliar selama pekan perdagangan 21–25 September 2026, menjadi salah satu arus masuk mingguan terbesar sejak Oktober 2025.

Kondisi tersebut menunjukkan meningkatnya minat investor terhadap aset kripto, terutama ketika harga kembali bergerak positif dan sentimen pasar membaik.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai pergerakan harga aset kripto menjadi salah satu faktor yang memengaruhi aktivitas perdagangan di dalam negeri.

“Ketika harga aset kripto utama mulai menguat, perhatian investor biasanya kembali meningkat. Pergerakan harga tersebut dapat mendorong aktivitas perdagangan, baik dari investor yang melakukan akumulasi maupun yang menyesuaikan portofolionya,” kata Yudho.

Menurutnya, peningkatan transaksi perlu dilihat sebagai bagian dari dinamika pasar yang dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global, pergerakan harga aset, dan perilaku investor.

Basis Investor Terus Bertambah

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai pertumbuhan basis investor menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam ekosistem aset kripto. Foto: FLOQ.

Selain faktor harga, pertumbuhan jumlah investor turut menjadi indikator penting dalam melihat perkembangan pasar kripto Indonesia.

OJK mencatat jumlah investor aset kripto di Indonesia mencapai 23,48 juta orang pada September 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan 23,21 juta akun konsumen pada Agustus 2026.

Pertumbuhan basis investor menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam ekosistem aset kripto. Bertambahnya jumlah investor juga berpotensi memperluas aktivitas perdagangan, meskipun intensitas transaksi setiap investor dapat berbeda-beda.

Yudho menilai pertumbuhan pasar tidak hanya ditentukan oleh jumlah investor baru, tetapi juga oleh aktivitas investor yang telah lebih dahulu masuk ke pasar.

“Pertumbuhan jumlah investor menjadi salah satu fondasi bagi perkembangan industri. Namun, aktivitas transaksi tetap dipengaruhi oleh kondisi pasar, tingkat volatilitas, serta keputusan masing-masing investor dalam mengelola portofolionya,” katanya.

Di sisi lain, meningkatnya transaksi juga perlu diimbangi dengan edukasi agar masyarakat memahami karakteristik aset kripto, termasuk risiko volatilitas dan pentingnya pengelolaan risiko.

Keamanan dan Kepercayaan Menjadi Perhatian Industri

Di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan, aspek keamanan dan perlindungan konsumen kembali menjadi perhatian industri kripto global.

Rangkaian insiden peretasan yang menimpa sejumlah platform perdagangan aset kripto internasional menjadi pengingat bahwa pertumbuhan industri perlu berjalan seiring dengan penguatan keamanan teknologi dan tata kelola operasional.

Yudho yang juga merupakan Ketua Bidang Perdagangan Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) melihat insiden tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi regulator dan pelaku industri di Indonesia untuk memperkuat standar keamanan bursa kripto.

Menurutnya, penguatan keamanan tidak hanya mencakup infrastruktur teknologi, tetapi juga prosedur operasional internal, termasuk pengendalian akses dan penggunaan perangkat kerja karyawan.

“Kerangka regulasi dan pengawasan industri sebenarnya sudah tersedia. Namun, penerapannya masih memberikan ruang bagi masing-masing exchange untuk menentukan standar teknis dan mekanisme pengamanan secara mandiri. Ke depan, penyeragaman standar keamanan dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat perlindungan konsumen,” ujar Yudho.

Ia menambahkan, regulator dan pelaku industri perlu terus berdiskusi mengenai penerapan standar keamanan yang lebih terperinci, termasuk penggunaan perangkat pemantauan dan mekanisme untuk mendeteksi potensi serangan siber sejak dini.

Selain itu, wacana pembentukan lembaga penjamin dana kripto juga dinilai berpotensi meningkatkan kepercayaan investor. Namun, implementasinya perlu mempertimbangkan desain perlindungan, mekanisme pendanaan, serta ketentuan yang berlaku.

Pertumbuhan Perlu Diimbangi Penguatan Ekosistem

Yudho menilai kenaikan transaksi kripto selama dua bulan berturut-turut menjadi sinyal positif bagi perkembangan industri aset keuangan digital di Indonesia. Meski demikian, pertumbuhan tersebut perlu diikuti dengan peningkatan kualitas ekosistem, mulai dari edukasi investor hingga penguatan tata kelola dan keamanan platform.

“Pertumbuhan industri yang berkelanjutan bukan hanya tentang meningkatnya nilai transaksi, tetapi juga bagaimana pelaku industri dapat membangun ekosistem yang transparan, aman, dan memberikan pemahaman yang memadai bagi masyarakat,” ujarnya.

Dengan basis investor yang terus bertambah dan aktivitas perdagangan yang kembali meningkat, industri kripto domestik memiliki peluang untuk berkembang lebih lanjut. Namun, keberlanjutan pertumbuhan tetap akan dipengaruhi oleh kondisi pasar global, tingkat kepercayaan investor, serta konsistensi penerapan perlindungan konsumen.

Sebagai platform perdagangan aset kripto yang berizin dan diawasi OJK, FLOQ menilai edukasi, keamanan, dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan industri aset kripto yang sehat di Indonesia.

banner 336x280

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

No More Posts Available.

No more pages to load.