Wisatawan Membeludak Rayakan Pergantian Tahun Baru 2026 di Tugu, Malioboro, dan Titik Nol Kilometer

by -32 Views
by
banner 468x60

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Pergantian Tahun Baru 2026 di Yogyakarta menjadi momen spesial bagi ribuan wisatawan yang datang dari berbagai daerah. Meski tanpa hiburan atau panggung resmi, kawasan Tugu Yogyakarta, Malioboro, dan Titik Nol Kilometer tetap dipadati masyarakat hingga wisatawan yang ingin merasakan langsung suasana atau vibes malam tahun baru di jantung Kota Pelajar.

banner 336x280

Pantauan Republika, ribuan pengunjung memenuhi ruang publik di tiga lokasi tersebut sejak sore hari. Mereka datang bersama keluarga, teman, hingga pasangan, duduk santai sambil berbincang, menikmati suasana kota, dan mengabadikan momen dengan latar Tugu Yogyakarta, lampu Malioboro, serta bangunan bersejarah di Titik Nol Kilometer.



Banyak wisatawan mengaku sengaja datang jauh-jauh ke Yogyakarta hanya untuk merasakan euforia pergantian tahun yang khas. Meski harus menghadapi kepadatan lalu lintas, mereka menilai pengalaman menyambut tahun baru di Jogja memberikan kesan berbeda dibandingkan daerah lain.

“Tiap tahun baru kalau lihat di social media itu suasana pergantian Tahun Baru di Jogja selalu hidup. Walaupun tidak ada acara, tapi kumpul orang-orangnya itu yang bikin seru. Jogja punya vibes sendiri,” ujar salah seorang wisatawan asal Bandung, Alya saat diwawancarai Republika di kawasan Tugu Yogyakarta, Rabu (31/12/2025), malam.

Ini kali pertamanya datang ke Jogja. Meski euforia tahun baru kali ini terasa lebih sederhana karena minim pesta kembang api, Alya mengaku cukup senang menikmati malam pergantian tahun di Yogyakarta.

Happy dong, ramai tapi tertib,” ucapnya.

Senada, Dimas, wisatawan asal Surabaya sengaja menempuh perjalanan jauh demi merasakan atmosfer pergantian tahun di Yogyakarta yang dinilai berbeda dengan daerah lain.

“Saya dari Surabaya, sengaja ke Jogja karena tahun barunya lebih santai tapi tetap ramai. Walaupun macet, rasanya terbayar karena suasananya hangat dan penuh kebersamaan,” kata dia.

Menurutnya, daya tarik utama bukan pada hiburan atau pesta kembang api, melainkan suasana kotanya.

“Tidak ada acara pun tetap seru. Duduk-duduk, ngobrol, ketemu banyak orang, itu yang bikin Jogja beda,” ucapnya.

Sebelumnya, diberitakan bahwa sejumlah imbauan dikeluarkan untuk meniadakan pesta kembang api sebagai bentuk empati terhadap korban bencana di wilayah Sumatera. Namun, hal tersebut tidak mengurangi antusiasme pengunjung. Sebagian wisatawan tetap menikmati detik-detik pergantian tahun dengan hitung mundur bersama dan bernyanyi bersama pengamen di kawasan tersebut.

Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sendiri memperkirakan hampir setengah juta orang memadati pusat kota untuk merayakan Tahun Baru 2026.

“Menjelang pukul 00.00, berdasarkan data kami, dipadati lebih dari 450 ribu orang,” kata Kapolda DIY Irjen Anggoro Sukartono.

Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan, kepolisian bersama pemerintah daerah menyiagakan 22 pos pengamanan yang dilengkapi CCTV Smart Province serta pemantauan udara menggunakan sembilan unit drone. Rekayasa lalu lintas dari kawasan Tugu hingga Titik Nol Kilometer juga diterapkan agar arus kendaraan tetap bergerak.

“Kami pastikan Daerah Istimewa Yogyakarta sampai saat ini dalam keadaan aman, kondusif, dan situasi berjalan lancar,” ucapnya.

“Terpantau sampai saat ini tidak ada titik kemacetan yang tidak bisa bergerak. Selama masyarakat mematuhi disiplin lalu lintas, saya yakin isu tentang Jogja akan mengalami kemacetan tidak terjadi,” katanya.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.